Tatanan hidup baru mulai diterapkan di berbagai belahan dunia yang terdampak virus covid-19. Pun dengan negara Indonesia. Perlahan segala aktivitas kini berangsur normal, walau tentu ada batasan dan peraturan yang perlu ditaati. Namun, jika Anda amati lebih jauh, ada tren baru yang muncul selama masa pandemi ini. Ya, tren bersepeda. Aktivitas ini seolah menjadi tren baru untuk memulai gaya hidup sehat. Betapa tidak, lihatlah kondisi jalanan di sekitar tempat tinggal Anda, khususnya pada hari Sabtu dan Minggu. Anda dengan mudah akan menemukan orang-orang yang memadati jalanan dengan sepeda mereka, baik sendiri ataupun bersama kelompok mereka.

Tren ini tampaknya tidak hanya terjadi di Indonesia. Namun, negara-negara lain seperti Amerika, Italia, Inggris, Prancis, dan Belanda pun mengalami hal serupa. Bahkan penjualan sepeda di negeri Paman Sam mengalami lonjakan yang cukup signifikan, seperti yang dilansir dari laman Kompas.com (17/6). Lonjakan tersebut merupakan lonjakan terbesar yang pernah terjadi semenjak krisis minyak pada tahun 1970.

Tak hanya di Amerika, lonjakan penjualan sepeda juga terjadi di Italia. Dilansir dari laman Reuters (23/6), sekitar 540.000 sepeda terjual sejak toko-toko di seluruh negeri dibuka kembali pada awal Mei. Menurut lobi sektor Ancma (Associazione Nazionale Ciclo Motociclo e Accessori), hal itu meningkat hingga 60% dibanding dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Indikator tersebut menunjukkan bahwa tren bersepeda memang sedang terjadi secara global di masa pandemi ini. Namun, di tengah tingginya minat masyarakat untuk bersepeda, timbul pertanyaan, amankah jika kita melakukannya?

Menurut David Nieman, Dr. PH., seorang profesor kesehatan di Appalachian State University, seperti yang dilansir dari laman Bicycling (19/6), mengatakan bahwa Anda tetap dapat bersepeda dengan aman di luar ruangan jika Anda melakukannya sendirian. Lalu, apakah ini berarti tidak aman, jika Anda melakukannya bersama orang lain? Mungkin saja iya, tapi ini tergantung bersama siapa Anda bersepeda, di mana, dan bagaimana kondisi kesehatan Anda. Nieman juga menyarankan bahwa sebaiknya aktivitas ini hanya dilakukan 1 hingga 3 orang saja. Hal ini dilakukan semata-mata agar jarak Anda dengan orang lain tetap terjaga.

Brian Labus, PH.D., MPH, seorang asisten profesor di School of Public Health di University of Nevada, juga mengatakan, bahwa semakin kecil kelompok Anda bersepeda, maka akan semakin baik. Ia juga menambahkan, jika Anda perlu mempertimbangkan di mana Anda akan bersepeda untuk memastikan bahwa kelompok Anda dapat menjauh dari orang lain. “Akan jauh lebih sulit untuk menjauhkan secara sosial jika Anda memiliki kelompok besar dan bersepeda di daerah yang populer,” ujarnya. Hal tersebut memang perlu diperhatikan, mengingat belum ada patokan secara pasti mengenai jarak aman ketika berolahraga di luar ruangan. Anda pasti sudah mengetahui bahwa jarak physical distancing adalah sejauh 2 meter. Namun, apakah hal ini juga berlaku ketika Anda bersepeda? Ataukah harus mengambil jarak yang lebih jauh? Mengingat kecepatan ketika bersepeda tentu akan berbeda dengan orang yang berjalan kaki. Untuk itu, mungkin hal terbaik yang dapat Anda lakukan saat ini adalah melakukannya secara sendiri, demi pencegahan dan penularan virus covid-19.

Selain hal-hal tersebut, menggunakan masker ketika bersepeda selama masa pandemi adalah pilihan terbaik yang dapat Anda lakukan. Bagaimanapun juga, menggunakan masker dapat mengurangi penyebaran partikel virus. Mungkin Anda akan sedikit mengalami kesulitan saat bernapas. Jika hal ini terjadi, maka sebaiknya turunkan ritme atau intensitas Anda bersepeda. Selain itu, juga disarankan untuk menggunakan masker dengan bahan kain yang tidak terlalu rapat dan mengganggu pernapasan.

Namun, jika Anda terpaksa tidak ingin mengenakannya, maka Anda harus lebih waspada dan berhati-hati. Pastikan rute yang Anda lalui bukanlah zona merah penyebaran covid-19. Pilihlah rute yang relatif sepi untuk meminimalisir penyebaran dan penularan virus. Tetaplah membawa masker walaupun tidak Anda kenakan. Ini penting, karena siapa tahu Anda membutuhkannya dalam situasi darurat atau ketika Anda harus bertemu orang lain, saat membeli air minum misalnya.

Penggunaan masker saat bersepeda memang masih menjadi perdebatan, tapi mungkin inilah hal terbaik yang dapat Anda lakukan. Karena, bagaimanapun juga virus ini tidak tampak dan Anda dapat tertular atau menularkannya di mana pun Anda berada.

8
Ipank Pamungkas
Apa yang ada dinikmati.