Saat memikirkan isi paragraf pertama esai bahasa kali ini, buku cokelat di meja itu meminta perhatian, seolah mengirim daya tarik agar membuka catatan hari Senin, pekan kedua September, tiga jam setelah kami bertemu dan menghadapi "lidah" detektif. Ia berkaos hitam, bercelana jeans biru, bersepatu kasual putih, tidak memakai topi pet, tidak mengisap pipa, tidak pula membawa kaca pembesar seperti layaknya ...

Jika ada murid sekolah yang tidak mau menjumlahkan operasi bilangan matematika dan mata uang hanya karena tandanya berbentuk "+", maka tiga kemungkinannya. Dia mungkin jenius karena sebentar lagi akan menciptakan tanda penjumlahan baru yang bakal disepakati orang di dunia, termasuk disepakati dalam simbol matematika dan bahasa pemrograman komputer. Kalau ternyata tidak menciptakan juga, tapi terus berisik, maka indikasinya lain. Dia ...