Dua hari lalu saya berjumpa dengan Papka. Dia tersenyum—dia suka tersenyum—dan berulang-ulang bilang hidup ini indah. Waktu itu saya tidak ingat betul apa reaksi saya. Mungkin saya mengangguk tipis dan tersenyum formal. Yang jelas, dua hari berselang, yaitu hari ini, lelaki yang bekerja sebagai pelukis itu merusak jendela apartemennya. Sebelum ia makin kacau, para tetangga naik ke apartemennya di lantai ...

Semua orang yang mengetahui nama lelaki itu, mungkin akan bertanya: Pikiran macam apa yang berkelebat di kepala orang tuanya ketika menamai dia? Nama lelaki itu sangat garib dan riskan mendatangkan prasangka buruk. Ia bernama Anjing. Saat berkenalan dengan orang-orang baru dan menyebut nama, Anjing melihat wajah mereka memerah, sebelum kemudian ia menjelaskan soal namanya yang tak lazim. Faktor nama pulalah ...