Soleh Solihun dan kawan-kawannya se-almamater di Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran (Fikom Unpad) memiliki banyak cerita ketika mereka  menjadi mahasiswa di sana. Mereka berbagi kisah melalui tulisan dalam buku antologi cerita berjudul Tersesat yang Nikmat. Buku terbitan Shira Media ini merangkum berbagai cerita dari para alumni Fikom, Unpad utamanya tentang rasa yang mereka nilai sebagai “ketersesatan” di kampus yang dulunya terletak di Jatingor, Sumedang ini.

Dari 48 tulisan di buku ini, ada banyak ekspresi yang tertuang dalam tulisan-tulisan para alumni Fikom Unpad ini. Terlebih dengan berbagai latar belakang profesi yang mereka geluti mulai dari wartawan, praktisi media, humas, entertainer, hingga komedian seperti Soleh Solihun. Antologi kumpulan cerita ini dibagi menjadi enam bagian yakni; Tersesat, Mencari Nyaman, Wow !!!, Passion, Dipaksa Revolusi, dan Pet(c)uah-Pet(c)uih .

Di bab pertama, berisi tulisan-tulisan yang menceritakan mengapa mereka bisa masuk menjadi mahasiswa di Fikom Unpad. Tulisan-tulisan di bab pertama ini ditulis oleh Afril Wibisono, Vika Rika Afrianti, dan Ari Oklarianto. Tulisan-tulisan mereka antara lain berjudul An Unexpected Destiny, Gara-Gara Pilihan Random, Suratan Takdir Penentu Masa Depan, dan Menikmati Ketidaknyamanan. Bab pertama banyak berisi cerita-cerita humor.

Sebut saja tulisan Vinka Rinka yang berjudul Gara-Gara Pilihan Random (hal. 6). Ia menuliskan bagaimana ia dapat menjadi mahasiswa di Fikom Unpad karena memilih jurusan secara random saat tes UMPTN Namun, ternyata kuliah di Fikom inilah yang merupakan jalan  hidup yang harus ia lewati.

Di bab kedua, yang berjudul Mencari Nyaman, ada beberapa tulisan yang lebih variatif dan liar misalnya; Fikom yang Membosankan, Hatur Nuhun, Mr. Hefner, Jaso Kawan, Menemukan Arti Kenyamanan, bahkan hingga Saya Benci Fikom Unpad! dan Melawan Kekecewaan. Ada tulisan menarik dari Roby Nugraha, seorang mantan wartawan dan praktisi media yang menuliskan ceritanya berjudul “Jaso Kawan”. Ia merasa pengalaman menjadi mahasiswa di Fikom Unpad menjadi kenangan tersendiri bagi dirinya. “Kawan-kawan Fikom 1997-lah yang menjadi katarsis dalam hidup saya selama 19 tahun belakangan,” kata Roby Nugraha dalam tulisannya (Hal 44). Ada pula cerita lucu dari Agasyah Karim yang merasa tidak pandai bergaul namun harus masuk Fikom dengan disiplin Ilmu Komunikasi. Dia merasa beruntung karena memiliki koleksi majalah pria dewasa yang saat itu belum banyak dapat diakses. Koleksi majalahnya inilah yang membuat ia tak canggung lagi untuk berteman dengan mahasiswa Fikom Unpad lainnya.

Selain dua bab awal itu, ada empat bab lainnya dengan tema yang berbeda. Nampaknya Penerbit Shira Media memang sengaja untuk mengelompokkan tulisan-tulisan bertema tertentu dalam satu bab agar menjadikan pembaca lebih nyaman membaca.

Dalam bab keempat berjudul Passion, berisi tulisan tentang kecintaan para penulis dalam menggeluti dunia yang menjadi gairahnya. Dari beberapa penulis tersebut, ada yang menjadi wartawan profesional, aktivis, humas, fotografer, penulis, dan lain sebagainya. Dari beberapa tulisan tersebut antara lain; Koma itu Perlu, Seorang Diri Menjadi Demonstran, Fikom : Fotografi, Menulis untuk Hidup dan Jurnalisme, Sebuah Jiwa.

Dua bab terakhir dalam buku ini berisi tulisan yang ringan dan terbagi menjadi dua bab, yakni; Dipaksa Revolusi dan Pet(c)uah-Pet(c)uih. Judul-judul seperti Sekolah, Kuliah, Perlukah?, Buatlah Kesalahan selama di Kampus!, (Jangan) Mau jadi Mahasiswa,Semenjana, Kenali, Lalu Cinta akan Tumbuh Sendiri cukup menggelitik dan tentu saja akan membuat penasaran pembaca untuk menyelami lebih dalam.

Tulisan Soleh Solihun berjudul Kamu Tak Perlu Kami menjadi penutup pada bab terakhir. Dalam tulisan ini, Soleh mengungkapkan bahwa belajar di kampus merupakan salah satu kesempatan penting untuk meraih kesuksesan. “Nikmati waktu kamu dengan sebaik-baiknya selama di kampus, jangan hanya datang ke kampus, masuk kelas, lalu pulang, Bertemanlah dengan sebanyak-banyaknya orang dari berbagai kalangan. Kerjakan hal-hal yang kamu sukai,” tulis Soleh Solihun (hal 205).

Buku ini dapat dibaca oleh siapa pun karena menggunakan bahasa-bahasa yang ringan dan mudah dimengerti. Selain itu, dapat juga dijadikan sebagai referensi untuk melihat sejauh mana ilmu komunikasi dapat diaplikasikan dalam kegiatan sehari-hari.

Judul              : Tersesat Yang Nikmat :Kisah Mereka Yang Salah Jurusan

Penulis           : Soleh Solihun & Alumni Fikom Unpad ‘97

Penerbit         : Shira Media

Cetakan          : Pertama, Februari 2017

Tebal              : 209 Halaman

ISBN              : 978-602-1142-87-5

4
Lucky Ramadhan
Orang NU yang tinggal di kawasan Muhammadiyah.