bahasa

bahasa mengantarkan sunyi

sehingga dimengerti

aku membuka kamus

kutemukan kamu

di antara banyak kosakata

maka

puisi itu ada

aku bicara dengan kamu

bercakap di sini

buku yang mulai terbaca

kata dan terjemah

surat-surat yang menebus rindu

kukatakan ini

dan kau tersenyum dalam gerak menawan

Indramayu, 2020

ini budi               

sebelum berkeliling dunia,

sebelum membaca ragam peristiwa

dan cinta

dulu kita mendaki sekolah, merunut aksara

belajar mengeja,

i-ni bu-di

i-ni ba-pak bu-di

i-ni i-bu bu-di

terbata-bata, memeluk kata

mengigau di sana

menyelam mutiara

setelah itu

pikiran-pikiran melaju

layar menyala

tombol dan simbol

begitu cepat, seperti perjalanan cahaya

kata-kata membuka gelap

tapi budi entah ke mana, bapak

dan ibu budi juga

sunyi di halaman buku

sehimpun abjad berjejal

di kepala

rak buku beku

anak-anak tak lagi kenal siapa dan bagaimana budi

Indramayu, 2020

kapur tulis                

tubuh pun menjadi sebatang pohon

terbaring di jalan

lalu digeser menepi, ditinggalkan zaman

kepada bukit

kembali, kami kembali

debu mengendap lalu senyap

batu-batu putih

membeku di tangan angin

riwayat menuju titik abadi

Indramayu, 2020

meja purba               

: sebuah meja zaman sekolah rakjat

sebuah meja tulis lama

serat purba menua di sana

museum waktu

kupu-kupu kertas

papan-papan yang melukis dunia

mimpi menyala

mencari

selembar cinta

hangatkan cita-cita

sepanjang masa

ia telah terbaring kini

kaki-kaki yang gemetar sunyi

memendam rindu

kenangan yang terus menancap

matang di antara buahnya

Indramayu, 2020

musim semi di buku 

langit menurunkan cerita

musim semi di buku

halaman yang ditumbuhi bunga

sebuah ilustrasi yang wangi

coretan ranting

dan tetes basah embun

kisah-kisah mekar

menyebut nama kekasih

bertanya di mana rindu

taman tak lagi sunyi

kupu-kupu mengirimkan sejuta

w

a

r

n

a

melekat di tangan cantik

pemetik

tangan yang membuat dunia ceria

Indramayu, 2020

3
Faris Al Faisal
Faris Al Faisal lahir dan berdikari d(ar)i Indramayu, Jawa Barat, Indonesia. Bergiat di Komite Sastra, Dewan Kesenian Indramayu (DKI) dan Lembaga Kebudayaan Indramayu (LKI). Namanya masuk buku “Apa dan Siapa Penyair Indonesia” Yayasan Hari Puisi. Puisinya mendapat Hadiah Penghargaan dalam Sayembara Menulis Puisi Islam ASEAN Sempena Mahrajan Persuratan dan Kesenian Islam Nusantara ke-9 Tahun 2020 di Membakut, Sabah, Malaysia, Juara 1 dan mendapat Piala bergilir ‘Lomba Cipta Puisi Anugerah RD. Dewi Sartika (2019), mendapatkan juga Anugerah “Puisi Umum Terbaik” Disparbud DKI 2019 dalam Perayaan 7 Tahun Hari Puisi Indonesia Yayasan Hari Puisi, dan pernah Juara 1 Lomba Cipta Puisi Kategori Umum Tingkat Asia Tenggara Pekan Bahasa dan Sastra 2018 Universitas Sebelas Maret. Tersiar pula puisi-puisinya di surat kabar Indonesia dan Malaysia. Buku puisi keduanya “Dari Lubuk Cimanuk ke Muara Kerinduan ke Laut Impian” penerbit Rumah Pustaka (2018). Email ffarisalffaisal@gmail.com, Facebook www.facebook.com/faris.alfaisal.3, Twitter @lfaisal_faris, IG @ffarisalffaisal, dan SMS/WA 0811-2007-934.