Kamis, September 29, 2022
Google search engine

Mahasiswa adalah bagian integral dari generasi muda, baik itu di Indonesia atau pun negara lain. Mereka yang beruntung mendapat kesempatan memperoleh Pendidikan tinggi, disebut sebagai mahasiswa. Berbeda dengan manusia lain yang tidak beruntung menikmati perguruan tinggi, bukan mahasiswa atau pemuda yang bukan mahasiswa. Dalam sejarah perkembangan bangsa, mahasiswa selalu identik dan dikaitkan dengan generasi perubahan, orang yang memiliki jiwa serta semangat untuk melakukan sebuah perubahan di negara. Alhasil mahasiswa mendapat julukan agen perubahan, agen of control dan masih banyak sebutan lainnya. Dari sebutan-sebutan serta paradigma yang dibangun ini, maka timbullah rasa tanggungjawab moral bagi mahasiswa untuk memenuhi harapan-harapan yang cenderung jadi nubuat suci.

Mahasiswa telah dituntut melalui nubuat suci dari paradigma yang sudah dibangun oleh masyarakat untuk terus memperhatikan persoalan masyarakat itu sendiri. Alhasil mahasiswa tidak hanya memikirkan nasibnya sendiri atau kepentingannya saja, namun lebih dari itu, harus memikirkan masalah-masalah negara, bangsa, dan masyarakat. Semua masalah yang ada di masyarakat menuntut untuk segera dicarikan solusinya. Sebagai calon intelektual yang jiwanya bersemangat dan bergelora, mahasiswa selalu ingin menjadi bagian untuk tampil dalam menciptakan keadaan yang berkeadilan sosial, membentuk pola pikir masyarakat yang kritis, dan sekaligus demokratis. Salah satu jalan yang dipakai untuk ketercapaiannya itu antara lain lewat pers.

Pers dalam catatan sejarahnya di Indonesia menunjukkan sebuah capaian yang cukup cemerlang dalam menggagas soal kemanusiaan dan keadilan. Mulai dari era Hindia Belanda hingga runtuhnya penguasa otoriter orde baru. Bahkan soal ke-Indonesiaan sendiri, kaum terpelajar atau mahasiswa yang menjadi bagian penting dalam mewujudkan kenyataan kemerdekaan Indonesia sebagai sebuah bangsa, memakai pers sebagai corong dan alat perjuangannya.

Begitu pula pasca Indonesia merdeka, pers tak dapat dipisahkan dalam perjalanan pergerakan mahasiswa. Karenanya, pers selalu digunakan oleh mahasiswa sebagai alat perjuangan dalam menuntut perubahan-perubahan terhadap realitas yang tidak berkeadilan dan tidak manusiawi di sekitarnya. Sekumpulan mahasiswa yang menghasilkan karya jurnalistik tersebut kemudian akrab ditelinga kita dengan sebutan: pers mahasiswa, lahir dari rahim perguruan tinggi yang memiliki semangat perubahan.